<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SYAFREIN.COM</title>
	<atom:link href="http://www.syafrein.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.syafrein.com</link>
	<description>dari percikan-percikan pemikiran sekilas, refleksi-refleksi pribadi yang jauh dari kesempurnaan ...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 08:47:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Lailatul Qadr</title>
		<link>http://www.syafrein.com/hadith/lailatul-qadr/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/hadith/lailatul-qadr/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 08:45:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Hajar Al-Asqalani]]></category>
		<category><![CDATA[lailatul qadr]]></category>
		<category><![CDATA[M. Nashiruddin Al-Albani]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sahih Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Dari Ibnu Umar رضي الله عنه bahawa beberapa sahabat Nabi صلی الله عليه وسلم melihat lailatul qadr dalam mimpi tujuh malam terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir. Muttafaq Alaihi. Daripada kitab Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 719 Dari Muawiyah Ibnu Abu Sufyan رضي الله عنه bahawa Nabi صلی الله عليه [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p>Dari Ibnu Umar رضي الله عنه bahawa beberapa sahabat Nabi صلی الله عليه وسلم melihat <em>lailatul qadr</em> dalam mimpi tujuh malam terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir.</p>
<p>Muttafaq Alaihi. Daripada kitab <em>Bulughul Maram</em> oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 719</p>
<p>Dari Muawiyah Ibnu Abu Sufyan رضي الله عنه bahawa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda tentang lailatul qadar:</p>
<blockquote><p>&#8220;Malam dua puluh tujuh.&#8221;</p></blockquote>
<p>Riwayat Abu Dawud dan menurut pendapat yang kuat ia adalah mauquf. ada 40 pendapat yang berselisih tentang penetapannya yang saya paparkan dalam kitab <em>Fathul Bari</em>. Daripada kitab <em>Bulughul Maram</em> oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 720</p>
<p>Dari &#8216;Aisyah ﻿رضي الله عنها bahawa dia bertanya:</p>
<blockquote><p>Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut?</p></blockquote>
<p>Beliau bersabda:</p>
<blockquote><p>&#8220;Bacalah (maksudnya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).&#8221;</p></blockquote>
<p>Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud. Hadis sahih menurut Tirmidzi dan Hakim. Daripada kitab <em>Bulughul Maram</em> oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 721</p>
<h2>Keutamaan Lailatul Qadar</h2>
<p>Keutamaan Lailatul Qadar Allah berfirman,</p>
<blockquote><p>&#8220;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur&#8217;an) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.&#8221; (al-Qadr: 1-5)</p></blockquote>
<p>Ibnu &#8216;Uyainah berkata:</p>
<blockquote><p>Apa yang disebutkan di dalam AI-Quran dengan kata Maa adraaka &#8220;apakah yang telah memberitahukan kepadamu&#8221; sesungguhnya telah diberitahukan oleh Allah. Apa yang disebutkan dengan kata kata &#8220;Maa yudriika&#8221; apakah yang akan memberitahukan kepadamu&#8217;, maka Allah belum memberitahukannya.&#8221;[1]</p></blockquote>
<p>(Saya berkata, &#8220;Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadis Abu Hurairah yang tertera pada nomor 26 di muka.&#8221;)</p>
<h2>Mencari Lailatul Qadar pada Malam yang Ganjil dalam Sepuluh Malam Terakhir</h2>
<p>Dalam hal ini terdapat riwayat Ubadah.[2]<br />
987. Aisyah ﻿رضي الله عنها berkata, &#8220;Rasulullah ber&#8217;itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, &#8216;Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.&#8221;</p>
<p>988. Ibnu Abbas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, &#8220;Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa,[3] tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.&#8221; (Yakni Lailatul Qadar 2/255).</p>
<p>989. Ibnu Abbas berkata, &#8220;Carilah pada tanggal dua puluh empat.&#8221;[4]</p>
<p>Dihilangkannya Pengetahuan tentang Tanggal Lailatul Qadar karena Adanya Orang yang Bertengkar</p>
<p>990. Ubadah ibnush-Shamit berkata, &#8220;Nabi keluar untuk memberitahukan kepada kami mengenai waktu tibanya Lailatul Qadar. Kemudian ada dua orang lelaki dari kaum muslimin yang berdebat. Beliau bersabda, &#8216;(Sesungguhnya aku 1/18) keluar untuk memberitahukan kepadamu tentang waktu datangnya Lailatul Qadar, tiba-tiba si Fulan dan si Fulan berbantah-bantahan. Lalu, diangkatlah pengetahuan tentang waktu Lailatul Qadar itu, namun hal itu lebih baik untukmu. Maka dari itu, carilah dia (Lailatul Qadar) pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima.&#8217; (Dalam satu riwayat: Carilah ia pada malam ketujuh, kesembilan, dan kelima).&#8221;[5]</p>
<p>Amalan pada Sepuluh Hari Terakhir dalam Bulan Ramadhan<br />
991. Aisyah ﻿رضي الله عنها berkata, &#8220;Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau,[6]menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau.&#8221;</p>
<hr />[1] Di-maushul-kan oleh Muhammad bin Yahya bin Abu Umar di dalam Kitab Al-Iman, &#8220;Telah diinformasikan kepada kami oleh Sufyan bin Uyainah. Lalu, ia menyebutkan riwayat itu.&#8221;</p>
<p>[2] Yaitu, hadits Ubadah yang maushul yang disebutkan sesudah bab ini.</p>
<p>[3] Sebagai badal dari perkataan &#8216;al-Asyr al-awaakhir&#8217; &#8216;sepuluh hari terakhir&#8217;. Sembilan hari yang masih tersisa, maksudnya tanggal dua puluh satu, tujuh hari yang masih tersisa maksudnya tanggal dua puluh tiga, dan lima hari yang masih tersisa maksudnya tanggal dua puluh lima.</p>
<p>[4] Riwayat ini mauquf (yakni perkataan Ibnu Abbas sendiri), tetapi dirafakan oleh Ahmad. Hadits ini telah ditakhrij di dalam Silsilatul Ahaditsish Shahihah (nomor 1471). Al-Hafizh berkata, &#8220;Terdapat kesulitan mengenai perkataan ini yang di dalam riwayat lain dikatakan pada tanggal ganjil. Kesulitan ini dijawab dengan mengkompromikan bahwa lafal yang lahirnya menunjukkan genap itu adalah dihitung dari akhir bulan, sehingga malam dua puluh empat (yang genap) itu adalah malam ketujuh (dihitung dari belakang).&#8221;</p>
<p>[5] Al-Hafizh berkata di dalam Kitab al-Iman di dalam al-Fath, &#8220;Demikianlah dalam kebanyakan riwayat, dengan mendahulukan lafal sab &#8216;tujuh&#8217; daripada tis &#8216;sembilan&#8217;. Hal ini mengisyaratkan bahwa harapan terjadinya Lailatul Qadar pada tanggal ketujuh (dari belakang, yakni dua puluh tiga) itu lebih kuat mengingat dipentingkannya tanggal itu dengan disebutkan di depan. Akan tetapi, di dalam riwayat Abu Nu&#8217;aim di dalam al-Mustakhraj lafal tis secara berurutan.&#8221; Saya (al-Albani) katakan bahwa terdapat riwayat penyusun (Imam Bukhari) di sini yang terluput dikomentari, sebagaimana Anda lihat. Kemudian al-Hafizh lupa mensyarah riwayat ini di sini. Ia tidak menyebutkan di sana, karena ia menyebutkan di sini bahwa riwayat lain di sisi penyusun di dalam Al-Iman dengan lafal, &#8220;Carilah ia pada malam sembilan, tujuh, dan lima.&#8221; Yakni, dengan mendahulukan lafal sembilan daripada tujuh, demikian pula syarahnya di sini. Seakan-akan terjadi kerancuan di sisinya antara riwayat Imam Bukhari di sini dengan riwayat Abu Nu&#8217;aim yang disebutkan di sana. Hanya Allahlah yang dapat memberikan perlindungan.</p>
<p>[6] Yakni, menjauhi hubungan biologis dengan istri beliau. Peringatan: Imam Nawawi membawakan hadits ini pada dua tempat dalam kitabnya Riyadhush Shalihin, dan pada tempat pertama ia menambahkan sesudah perkataan &#8220;lailahu&#8221; dengan &#8220;kullahu&#8221;, dan menisbatkannya kepada Muttafaq&#8217;alaih (Bukhari dan Muslim). Tetapi, tidak saya jumpai tambahan ini di dalam riwayat kedua syekh itu dan lainnya. Namun, diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad (6/41).</p>
<p>Sumber: Ringkasan Sahih Bukhari &#8211; M. Nashiruddin Al-Albani &#8211; Gema Insani Press (HaditsWeb)</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline; padding:3px; line-height:normal;border:1px solid #bbbbbb;background-color:#FFFFFF;" title="certified 3 September 2010 08:47:38 UTC by Digiprove certificate P43604" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P43604" target="_blank" rel="copyright" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;background-color:#FFFFFF;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0" alt=""/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--03B4D5001AD112661AC37DCEE6A3117033AD6C9DA1CD09835EA12B692A2F61B6--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/hadith/lailatul-qadr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iktikaf Rasulullah صلی الله عليه وسلم</title>
		<link>http://www.syafrein.com/hadith/iktikaf-rasulullah-%d8%b5%d9%84%db%8c-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%87-%d9%88%d8%b3%d9%84%d9%85/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/hadith/iktikaf-rasulullah-%d8%b5%d9%84%db%8c-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%87-%d9%88%d8%b3%d9%84%d9%85/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 05:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Hajar Al-Asqalani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;Aisyah ﻿رضي الله عنها berkata: Rasulullah صلی الله عليه وسلم apabila memasuki sepuluh hari &#8212; yakni sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan &#8212; mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. Muttafaq Alaihi. Daripada kitab Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 713 Dari &#8216;Aisyah ﻿رضي الله عنها bahawa: Nabi صلی الله عليه وسلم selalu beri&#8217;tikaf [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p>&#8216;Aisyah ﻿رضي الله عنها berkata:</p>
<blockquote><p>Rasulullah صلی الله عليه وسلم apabila memasuki sepuluh hari &#8212; yakni sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan &#8212; mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.</p></blockquote>
<p>Muttafaq Alaihi. Daripada kitab <em>Bulughul Maram</em> oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 713</p>
<p>Dari &#8216;Aisyah ﻿رضي الله عنها bahawa:</p>
<blockquote><p>Nabi صلی الله عليه وسلم selalu beri&#8217;tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian isteri-isteri beliau beri&#8217;tikaf sepeninggalnya.</p></blockquote>
<p>Muttafaq Alaihi. Daripada kitab <em>Bulughul Maram</em> oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 714</p>
<p>Dari &#8216;Aisyah ﻿رضي الله عنها bahawa:</p>
<blockquote><p>Rasulullah صلی الله عليه وسلم apabila hendak beri&#8217;tikaf, beliau solat Subuh kemudian masuk ke tempat i&#8217;tikafnya.</p></blockquote>
<p>Muttafaq Alaihi. Daripada kitab <em>Bulughul Maram</em> oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 715</p>
<p>&#8216;Aisyah ﻿رضي الله عنها berkata:</p>
<blockquote><p>Rasulullah صلی الله عليه وسلم pernah memasukkan kepalany ke dalam rumah &#8212; beliau di dalam masjid&#8211;, lalu aku menyisir rambutnya dan jika beri&#8217;tikaf beliau tidak masuk ke rumah kecuali untuk suatu keperluan.</p></blockquote>
<p>Muttafaq Alaihi dan lafaznya menurut Bukhari. Daripada kitab <em>Bulughul Maram</em> oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 716</p>
<p>&#8216;Aisyah ﻿رضي الله عنها berkata:</p>
<blockquote><p>Disunatkan bagi orang yang beri&#8217;tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan dan tidak juga menciumnya, tidak keluar masjid untuk suatu keperluan kecuali keperluan yang sangat mendesak, tidak boleh i&#8217;tikaf kecuali dengan puasa, dan tidak boleh i&#8217;tikaf kecuali di masjid jami&#8217;.</p></blockquote>
<p>Riwayat Abu Dawud. Menurut pendapat yang kuat hadis ini mauquf akhirnya. Daripada kitab <em>Bulughul Maram</em> oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 717</p>
<p><hr>Especially For Our Readers ONLY 
Discover The Easy Passive Income System
To $18,291.75 Per Month Automatically!
==> <a href="http://gold2u.secretaff.hop.clickbank.net">Secret Affiliate Weapon 2.0</a><hr></p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline; padding:3px; line-height:normal;border:1px solid #bbbbbb;background-color:#FFFFFF;" title="certified 2 September 2010 05:29:28 UTC by Digiprove certificate P43395" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P43395" target="_blank" rel="copyright" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;background-color:#FFFFFF;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0" alt=""/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--10A94832ABEEB8560A826190925117C62FD77E60E4A00732D814819087337A0A--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/hadith/iktikaf-rasulullah-%d8%b5%d9%84%db%8c-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%87-%d9%88%d8%b3%d9%84%d9%85/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanggal 31 Ahmad CB</title>
		<link>http://www.syafrein.com/profil/tanggal-31-ahmad-cb/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/profil/tanggal-31-ahmad-cb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 10:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muzik]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad C.B.]]></category>
		<category><![CDATA[composer]]></category>
		<category><![CDATA[lagu merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[lagu patriotik]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[muzik]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman Hj Arshad]]></category>
		<category><![CDATA[tanggal 31]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Penyanyi asal lagu “Tanggal 31″ ialah Ahmad C.B. atau nama lengkapnya Ahmad Chass Barra (Chass dibaca Khas). Ahmad CB berasal dari Medan, Indonesia popular pada era 50-an dan 60-an dengan lagu-lagu: Cincin Belah Rotan, Kacang Goreng
dan Belo-belo.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p>Menjelang 31 Ogos saban tahun kita berpeluang mendengar lagu dendangan Sudirman (Allahyarhamuh) <strong>&#8220;Tanggal 31&#8243;</strong>. Penyanyi asal lagu ini ialah A<strong>hmad C.B.</strong> atau nama lengkapnya Ahmad Chass Barra (Chass dibaca Khas).</p>
<p>Ahmad CB berasal dari Medan, Indonesia popular pada era 50-an dan 60-an dengan lagu-lagu:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=66iM7HQ7a2Q&amp;feature=related" target="_blank">Belo-Belo (duet dengan Saloma)</a></li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=XWmK9AUbCM8&amp;feature=related" target="_blank">Kisah Di Geylang Serai</a></li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=66iM7HQ7a2Q&amp;feature=related" target="_blank">Rentak Seratus Enam</a></li>
<li>Mari Menari</li>
<li>Cincin Belah Rotan</li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=6gtSP-KXTRU&amp;feature=related" target="_blank">Kacang Goreng</a></li>
<li>dan lain-lain</li>
</ul>
<p>Beliau juga pernah berlakon dalam filem <em>Noor Asmara</em> (1949) sebagai pelakon pembantu.</p>
<p>Lagu <em>Tanggal 31</em> ciptaan dan nyanyian Ahmad CB pertama kali dirakamkan pada tahun 1957 khas untuk menyambut kemerdekaan Malaya. Kemudian pada era 80-an Sudirman merakamkan kembali lagu dalam album patriotik <em>Abadi.</em></p>
<p>Sejak itu lagu ini dikaitkankan dengan Sudirman sedangkan penyanyi dan pencipta asalnya dilupakan. Bahkan Ahmad CB sepanjang pengetahuan saya tidak pernah menerima anugerah/penghargaan dari kerajaan.</p>
<p>Setelah menetap bebebrapa lama di Malaysia, beliau pulang ke kampung asalnya di Medan. Pada sekitar 1985 Ahmad CB datang ke Malaysia.<a href="http://sekilas.blogspot.com/2008/10/jalil-miran-dan-rafie-hussin-telah.html"> Jalil Miran</a> (Allahyarhamuh) memperkenalkan beliau kepada saya dan kami sempat bersembang-sembang di Jalan Raja Alang, Kuala Lumpur.</p>
<p>Setelah itu saya tidak lagi menerima berita dari beliau.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/Smp_9WI09IQ?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/Smp_9WI09IQ?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><strong>Tanggal 31</strong><br />
<em> Ciptaan: Ahmad CB<br />
Nyanyian: Sudirman</em></p>
<blockquote><p>Tanggal 31<br />
Bulan lapan lima puluh tujuh<br />
Merdeka ! Merdeka !<br />
Tetaplah merdeka<br />
Ia pasti menjadi sejarah</p>
<p>Tanggal 31<br />
Bulan lapan lima puluh tujuh<br />
Hari yang mulia<br />
Hari bahagia<br />
Sambut dengan jiwa yang merdeka</p>
<p>Mari kita seluruh warga negara<br />
Ramai-ramai menyambut hari merdeka<br />
Merdeka !<br />
Tiga satu bulan lapan lima puluh tujuh<br />
Hari mulia negaraku merdeka</p></blockquote>
<p><strong>Cincin Belah Rotan</strong></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/FJ6wJJgARNY?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/FJ6wJJgARNY?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object><br />
<br />
<hr>Especially For Our Readers ONLY 
Discover The Easy Passive Income System
To $18,291.75 Per Month Automatically!
==> <a href="http://gold2u.secretaff.hop.clickbank.net">Secret Affiliate Weapon 2.0</a><hr></p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline; padding:3px; line-height:normal;border:1px solid #bbbbbb;background-color:#FFFFFF;" title="certified 29 August 2010 10:25:48 UTC by Digiprove certificate P42587" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P42587" target="_blank" rel="copyright" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;background-color:#FFFFFF;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0" alt=""/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--7EE020604EA75B65721582E745CB597AB3856847E6C0E725822CD23E92D96E5E--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/profil/tanggal-31-ahmad-cb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arab Badwi melihat bulan sabit</title>
		<link>http://www.syafrein.com/hadith/arab-badwi-melihat-bulan-sabit/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/hadith/arab-badwi-melihat-bulan-sabit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 08:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Hajar Al-Asqalani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Dari Ibnu Abbas رضي الله عنه bahawa ada seorang Arab Badwi menghadap Nabi صلی الله عليه وسلم, lalu berkata: Sungguh aku telah melihat bulan sabit (satu haribulan). Nabi صلی الله عليه وسلم bertanya: &#8220;Apakah engkau bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah?&#8221; Dia menjawab: Ya. Baginda bertanya:  &#8221;Apakah engkau bersaksi bahawa Muhammad itu utusan Allah.&#8221; Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p>Dari Ibnu Abbas رضي الله عنه bahawa ada seorang Arab Badwi menghadap Nabi صلی الله عليه وسلم, lalu berkata: Sungguh aku telah melihat bulan sabit (satu haribulan).</p>
<p>Nabi صلی الله عليه وسلم bertanya: &#8220;Apakah engkau bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah?&#8221;</p>
<p>Dia menjawab: Ya.</p>
<p>Baginda bertanya:  &#8221;Apakah engkau bersaksi bahawa Muhammad itu utusan Allah.&#8221;</p>
<p>Dia menjawab: Ya.</p>
<p>Nabi bersabda: &#8220;Umumkanlah pada orang ramai wahai Bilal, agar esok mereka berpuasa.&#8221;</p>
<p>Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, sedangkan Nasa&#8217;i menilainya mursal.</p>
<p>Daripada kitab <em>Bulughul Maram</em> oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 671</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align: middle; display: inline; padding: 3px; line-height: normal; border: 1px solid #bbbbbb; background-color: #ffffff;" title="certified 20 August 2010 08:46:21 UTC by Digiprove certificate P40470"><a style="border: 0px; float: none; display: inline; text-decoration: none; background-color: #ffffff;" href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P40470" target="_blank"><img style="vertical-align: middle; display: inline; border: 0px; margin: 0px; float: none; background-color: transparent;" src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" border="0" alt="" /><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size: 11px; color: #636363; border: 0px; float: none; display: inline; text-decoration: none; letter-spacing: normal;" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';"> Copyright secured by Digiprove © 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--DD7F42E7B051CB2384939301CFB610F0040F3D7BBB28808CC51BA7A7D0C4E1BA--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/hadith/arab-badwi-melihat-bulan-sabit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibnu Umar melihat bulan sabit</title>
		<link>http://www.syafrein.com/hadith/ibnu-umar-melihat-bulan-sabit/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/hadith/ibnu-umar-melihat-bulan-sabit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 08:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Hajar Al-Asqalani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Umar رضي الله عنه berkata: Orang-orang melihat bulan sabit, lalu aku beritahukan kepada Nabi صلی الله عليه وسلم bahawa aku benar-benar telah melihatnya. Lalu beliau berpuasa dan menyuruh orang-orang agar berpuasa. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Hakim dan Ibnu Hibban. Daripada kitab Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 670 &#160;&#160;Copyright secured by [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p>Ibnu Umar رضي الله عنه berkata: Orang-orang melihat bulan sabit, lalu aku beritahukan kepada Nabi صلی الله عليه وسلم bahawa aku benar-benar telah melihatnya. Lalu beliau berpuasa dan menyuruh orang-orang agar berpuasa. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Hakim dan Ibnu Hibban.<br />
Daripada kitab Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 670</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline; padding:3px; line-height:normal;border:1px solid #bbbbbb;background-color:#FFFFFF;" title="certified 20 August 2010 08:41:01 UTC by Digiprove certificate P40465" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P40465" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;background-color:#FFFFFF;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0" alt=""/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--C8116421C85324C1F2B341C1942ED75312E8626413F200E6D24AE5F92AA43DD5--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/hadith/ibnu-umar-melihat-bulan-sabit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Komuniti Islam Kemboja Melalui Pendidikan</title>
		<link>http://www.syafrein.com/islam/pembangunan-komuniti-islam-kemboja-melalui-pendidikan/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/islam/pembangunan-komuniti-islam-kemboja-melalui-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 09:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kemboja]]></category>
		<category><![CDATA[Norizan Sharif]]></category>
		<category><![CDATA[Tabarru' Asia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adakah petikan tulisan Norizan Sharif di Facebook. Saya salin tulisan beliau dengan tujuan membantu menyebarkan program ini. Tabarru&#8217; Asia : Pembangunan Komuniti Islam Kemboja Melalui Pendidikan by Norizan Sharif on Wednesday, August 18, 2010 at 9:06am Astro Awani melalui rancangan Suara Generasi dan Agenda Awani telah beberapa kali membincangkan mengenai Tabarru&#8217; Asia. Begitu juga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<div>
<div>
<p>Berikut ini adakah petikan tulisan Norizan Sharif di Facebook. Saya salin tulisan beliau dengan tujuan membantu menyebarkan program ini.</p>
<h2>Tabarru&#8217; Asia : Pembangunan Komuniti Islam Kemboja Melalui Pendidikan</h2>
</div>
</div>
<div>
<div>by <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=583179370">Norizan Sharif</a> on Wednesday, August 18, 2010 at 9:06am</div>
</div>
<div>
<blockquote><p>Astro Awani melalui rancangan Suara Generasi dan Agenda Awani telah beberapa kali membincangkan mengenai Tabarru&#8217; Asia. Begitu juga, akhbar Sinar Harian menyiarkan tulisan satu muka penuh mengenai Tabarru&#8217; Asia. Ia telah menarik minat pelbagai pihak yang ingin turut menyumbang kepada pembangunan komuniti Islam melalui pendidikan melalui Tabarru&#8217; Asia. Untuk mengetahui bagaimanakah anda boleh telibat dalam projek ini, ikuti wawancara dengan Sdr Norizan Sharif, Ketua Pegawai Eksekutif, INMIND dan Presiden, Persatuan Penggerak Pembangunan Komuniti Malaysia (Komuniti Malaysia).</p></blockquote>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 129px"><img class="  " title="Mufti" src="http://tabarruasia.com/home/wp-content/uploads/2010/08/DSC_5704.jpg" alt="" width="119" height="180" /><p class="wp-caption-text">Mufti Kemboja Tuan Haji Kamaruddin Yusof di rumahnya</p></div>
<p><strong>Bolehkah saudara jelaskan apakah Tabarru&#8217; Asia?</strong></p>
<p>Tabarru&#8217; ialah perkataan Arab yang bermaksud memberi sesuatu dengan ikhlas (derma) oleh satu pihak dengan tidak meminta pertukaran atau balasan daripada pihak yang lain. Islam menggalakkan tabarru’ dengan semangat tolong-menolong dan berkasih sayang antara satu sama lain. Tabarru&#8217; Asia ialah satu projek yang diadakan bagi membolehkan umat Islam di negara-negara Asia menyumbang kepada pembangunan komuniti Islam di negara-negara jiran. Umat Islam yang mampu membantu komuniti lain yang ketinggalan.</p>
<p><strong>Adakah tumpuan hanya bantuan kewangan?</strong></p>
<p>Tidak. Tabarru&#8217; Asia ialah satu projek pembangunan komuniti yang komprehensif. Selalunya, apabila kita bercakap mengenai bantuan, kita membantu hanya apabila ada tragedi atau bencana. Sebagai contoh, apabila berlaku tsunami tidak lama dulu, kita bersama-sama membantu umat Islam di Acheh. Alhamdulillah, itu bagus. Bagaimanapun kita ingin mengajak masyarakat untuk melihat bantuan yang bersifat jangka panjang dan berbentuk pembangunan komuniti agar umat Islam yang ketinggalan dapat membangun bersama arus masyarakat.</p>
<p>Bantuan ini boleh bersifat kewangan seperti yang sedang kita usahakan bagi membantu pendidikan di Kemboja. Selain itu ialah juga boleh berbentuk kempen kesedaran atau penghantaran sukarelawan komuniti. Apa saja bentuk pembangunan komuniti, Tabarru&#8217; Asia akan melakukannya.</p>
<p><strong>Mengapakah Kemboja?</strong></p>
<p>Soalan yang bagus. Sesuai dengan nama Tabarru&#8217; Asia, kita mensasarkan Tabarru&#8217; Asia untuk terlibat dalam pembangunan komuniti di negara-negara Asia yang memerlukan. Di India, Bangladesh, Burma, Filipina, Indonesia, Thailand .. masih ada umat Islam yang ketinggalan dan memerlukan bantuan pembangunan komuniti. Kita memilih Kemboja sebagai tempat pertama disebabkan kerana masyarakat setempat yang supportive kepada insiatif ini; di samping keperluan masyarakat Islam di sana. Selepas ini kita akan pergi ke negara-negara Islam yang lain, insya-Allah.</p>
<p><strong>Secara khusus, apakah tumpuan Tabarru&#8217; Asia di Kemboja?</strong></p>
<p>Untuk Kemboja, tumpuan kita ialah bidang pendidikan. Apabila kita berbincang dengan Mufti Kemboja Tuan Haji Kamaruddin Yusof di rumahnya baru-baru ini, beliau memberitahu fokusnya ialah membangunkan pemimpin tempatan yang boleh memimpin komuniti. Di Kemboja ada masjid, kita perlukan imam dan guru agama.</p>
<p>Alhamdulillah, masyarakat Islam di Kemboja terima banyak sumbangan al-Quran, jadi mereka perlukan guru-guru untuk mengajar al-Quran kepada umat Islam setempat. Di kampung-kampung Kemboja, kita perlukan umat Islam yang boleh menjadi ketua kampung yang baik. Sebahagian ketua kampung sekarang tidak boleh membaca dan menulis. Kalau begitu, bagaimanakah mereka hendak memimpin masyarakat?</p>
<p>Kata Tuan Haji Kamaruddin, kita boleh melahirkan pemimpin dengan mendidik generasi sekarang dan menentukan mereka mempunyai pendidikan. Apabila mereka ada pendidikan, mereka boleh pulang semula kepada komuniti dan memanfaatkan ilmu untuk membangunkan komuniti. Atas sebab itulah maka kita akan menjadikan pendidikan sebagai bidang tumpuan.</p>
<p><strong>Apakah yang akan dilakukan oleh Tabarru&#8217; Asia dalam bidang pendidikan di Kemboja?</strong></p>
<p>Sekali lagi, Mufti Kemboja Tuan Haji Kamaruddin memberikan kita panduan. Kita akan fokus kepada sekolah yang berada di bawah kendalian Mufti. Sekolah ini ialah sekolah integrasi &#8212; ada kelas akademik, dan ada kelas agama; ada sekolah rendah dan ada sekolah menengah. Di sekolah ini ada sekitar 500 orang pelajar dengan 20 orang guru.</p>
<p>Gaji guru-guru ini adalah tidak tetap; bergantung kepada sumbangan orang kampung. Mereka tidak mendapat peruntukan kerajaan. Ada masa-masa tertentu, gaji guru-guru ini tidak dapat dibayar dan mereka hanya dibayar sewaktu sesi persekolah; sewaktu cuti tiada gaji. Untuk menambah pendapatan, guru-guru ini terpaksa bertani dan melakukan pekerjaan lain. Akhirnya, mereka tidak dapat memberikan tumpuan kepada pendidikan. Sesetengahnya berhenti menjadi guru dan bekerja di tempat lain yang lebih menjamin pendapatan.</p>
<p>Apa yang berlaku menyebabkan pelajaran terjejas, sedangkan sebahagian guru-guru ini adalah mereka yang berkelayakan. Ada yang ada ijazah dari al-Azhar atau universiti-universiti lain yang bagus. Atas nasihat Mufti Kemboja, kita akan tumpukan kepada usaha membayar gaji guru-guru ini supaya mereka boleh memberikan fokus kepada pengajaran dan mendidik umat Islam Kemboja.</p>
<p>Kita telah melawat sekolah ini, menziarahi Tuan Haji Kamaruddin di pejabat Mufti dan di rumahnya; dan kita yakin bahawa apa yang kita lakukan ini adalah sesuatu yang akan memberikan manfaat kepada umat Islam di sana.</p>
<p><strong>Sasaran Tabarru&#8217; Asia?</strong></p>
<p>Tumpuan kita sekarang ialah untuk membiayai gaji kesemua guru-guru ini selama satu tahun atau 12 bulan. Gaji seorang ialah sekitar RM750 sebulan. Sasaran kita ialah untuk mendapatkan sumbangan sebanyak RM750/bulan x 20 orang guru x 12 bulan; iaitu RM180,000 setahun. Sekiranya kita dapat berikhtiar mencari RM180,000 dari sekarang sehingga akhir Disember tahun ini, kita akan dapat membayar gaji 20 orang guru-guru ini sepanjang tahun depan (2011).</p>
<p>Selepas kita mencapai sasaran ini, kita akan pergi kepada membantu pelajar dan infrastruktur sekolah. Itu fasa kedua; tumpuan kita sekarang ialah mendapatkan gaji guru.</p>
<p><strong>Bagaimanakah sumbangan ini akan disalurkan?</strong></p>
<p>Kita akan menyalurkan kesemua sumbangan ini melalui Mufti Kemboja, Tuan Haji Kamaruddin. Kita sudah berbincang dengan beliau dan sekiranya kita dapat mengumpulkan RM180,000 ini, kita akan mengundang beliau ke Malaysia untuk menerima sumbangan ini dan wakil kita di Kemboja akan membantu Mufti Kemboja mengagihkan bayaran gaji seperti yang kita persetujui. Dalam konteks Kemboja, saya fikir ini adalah cara yang terbaik, telus dan sampai kepada sasarannya.</p>
<p><strong>Siapakah penganjur Tabarru&#8217; Asia?</strong></p>
<p>Pelbagai pihak bekerjasama menjayakan Tabarru&#8217; Asia. Dari segi penajaan, ia dilakukan bersama oleh Institut Perkembangan Minda (INMIND) dan Komuniti Malaysia. INMIND sudah ditubuhkan selama 15 tahun dan kita mempunyai rekod perkhidmatan kepada komuniti terutama sekali dalam bidang keilmuan. Sementara Komuniti Malaysia pula ialah organisasi NGO yang berdaftar dengan Pendaftar Pertubuhan Malaysia.</p>
<p>Dari segi agihan, kita bekerjasama dengan Mufti Kemboja Tuan Haji Kamaruddin YUsof yang mengetuai Cambodian Islamic Center (pejabat Mufti). Setakat ini dua buah organisasi media iaitu Astro Awani dan Sinar Harian membantu usaha ini dan kami berterima kasih kepada mereka atas sokongan yang berterusan ini. Saya yakin dengan gandingan kesemua pihak ini, matlamat kita membangunkan komuniti melalui pendidikan di Kemboja akan dapat dicapai.</p>
<p><strong>Bagaimanakah hendak menyumbang?</strong></p>
<p>Kita mensasarkan untuk mengutip sumbangan sebanyak RM180,000 sehingga Disember 2010, bagi membayar gaji 20 orang guru.</p>
<p>Sekiranya ada mana-mana organisasi korporat atau individu yang mampu, mereka bolehlah menyumbang untuk gaji seorang guru selama setahun (12 bulan) dengan membuat sumbangan sekaligus sebanyak RM9,000 (RM750/sebulan x 12 bulan).</p>
<p>Atau, seseorang boleh membuat sumbangan sebanyak RM750 untuk gaji seorang guru sebulan.</p>
<p>Bagi individu yang ingin membuat sumbangan yang lebih kecil, kita cadangkan sumbangan sama ada sebanyak RM100, RM200, RM300 atau seberapa banyak yang mampu. Sumbangan ini akan kita kumpulkan bersama sumbangan individu-individu lain dan akan kita gabungkan bagi membayar gaji guru-guru tersebut.</p>
<p>Masukkan sumbangan itu kepada akaun Bank Muamalat bernombor akaun 1211 0000 2747 17 (atas nama &#8220;Tabarru Asia&#8221;.)</p>
<p>Sumbangan ini boleh dibank-in di Bank Muamalat atau pun melalui online transfer menggunakan akaun bank anda sedia ada (seperti Maybank2u.com) kepada nombor akaun di atas.</p>
<p>Setelah anda memasukkan sumbangan ke dalam akaun Tabarru&#8217; Asia, sila email maklumat transaksi (seperti jumlah, tarikh, masa dan nombor rujukan &#8211; sekiranya ada) kepada <strong>tabarruasia@yahoo.com</strong> supaya kita boleh membuat rekod yang betul. Sekiranya anda memerlukan resit, sila nyatakan dan kita akan uruskan (resit akan hanya dikeluarkan atas permintaan).</p>
<p>Satu lagi, sempena bulan Ramadan ini pelbagai syarikat dan organisasi membuat majlis berbuka puasa. Sementara ada yang membuat sumbangan kepada rumah anak-anak yatim dan fakir miskin di negara ini, saya amat berbesar hati sekiranya mereka juga dapat memberikan sedikit sumbangan kepada projek Tabarru&#8217; Asia di Kemboja. Sekiranya ada yang ingin berbuat demikian, sila jemput dan kami akan menghantar wakil untuk menerima sumbangan di majlis berkenaan.</p>
<p><strong>Bagaimanakah untuk mengikuti perkembangan Tabarru&#8217; Asia?</strong></p>
<p>Kita akan melaksanakan kutipan ini dengan cara yang telus. Insya-Allah jumlah kutipan akan kita umumkan melalui media sosial seperti website, Facebook dan Twitter. Sila sertai Tabarru&#8217; Asia di media sosial berikut:</p>
<p>Website : <a rel="nofollow" href="http://www.tabarruasia.com/" target="_blank">http://www.tabarruasia.com/</a></p>
<p>Facebook group : <a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/group.php?gid=104414719613915" target="_blank">http://www.facebook.com/group.php?gid=104414719613915</a></p>
<p>(sekiranya anda mempunyai masalah, sila cari &#8220;Tabarru&#8217; Asia&#8221; di Facebook)</p>
<p>Twitter : <a rel="nofollow" href="http://www.twitter.com/tabarruasia" target="_blank">http://www.twitter.com/tabarruasia</a></p>
<p>Youtube : <a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/tabarruasia" target="_blank">http://www.youtube.com/tabarruasia</a></p>
<p>(sebahagian sosial media ini masih lagi dalam proses pembinaan, mohon maaf atas kekurangan)</p>
<p><strong>Harapan saudara?</strong></p>
<p>Saya mengharapkan umat Islam di Malaysia melihat usaha ini sebagai tanggungjawab kita bersama. Dan, saya juga mengalu-alukan saranan bagaimana kita boleh memantapkan lagi projek Tabarru&#8217; Asia. Untuk projek pertama ini, kita memberikan tumpuan kepada kutipan kewangan bagi membayar gaji guru. Insya-Allah, pada masa depan di negara lain, tumpuan kita mungkin kepada bidang-bidang yang lain pula, termasuklah penghantaran sukarelawan komuniti.</p>
</div>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline; padding:3px; line-height:normal;border:1px solid #bbbbbb;background-color:#FFFFFF;" title="certified 26 August 2010 11:09:41 UTC by Digiprove certificate P41966" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P41966" target="_blank" rel="copyright" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;background-color:#FFFFFF;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0" alt=""/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--B9049D614A01C493EB0D4D6245E32AA1D7A036674337E6F79F423FB8C17318B5--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/islam/pembangunan-komuniti-islam-kemboja-melalui-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khutbah pertama Ramadan 1431 di Masjid al-Haram</title>
		<link>http://www.syafrein.com/islam/khutbah-pertama-ramadan-1431-di-masjid-al-haram/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/islam/khutbah-pertama-ramadan-1431-di-masjid-al-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 01:48:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[khutabah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid al-haram]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[Syeikh Salih bin Abdullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Imam dan Khatib Masjid al_Haram Syeikh Salih bin Abdullah bin Humaid menggunakan khutbah Jumat pertama bulan suci Ramadan untuk memuji dekri kerajaan melarang orang tidak berkelayakan mengeluarkan fatwa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<div id="attachment_191" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/sau_kaaba_1ramadan1431.jpg"><img class="size-medium wp-image-191" title="Kaabah1 Ramadan 1431" src="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/sau_kaaba_1ramadan1431-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">Solat Jumaat pertama Ramadan tahun ini di Masjid Al-Haram, Mekah. (AN foto oleh Ahmad Hashad)</p></div>
<p>Imam dan Khatib Masjid al-Haram Syeikh Salih bin Abdullah bin Humaid menggunakan khutbah Jumat pertama bulan suci Ramadan untuk memuji dekri kerajaan melarang orang tidak berkelayakan mengeluarkan fatwa.</p>
<p>&#8220;Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah telah telah mengeluarkan garis panduan proses mengeluarkan fatwa dan melindungi undang-undang Syari&#8217;ah dari penyelewengan orang yang tidak berkelayakan yang menyeleweng dari sunnah Nabi (saw) dan para pengikutnya yang sejati,&#8221; kata syekh, yang juga ketua majlis mahkamah tertinggi.</p>
<p>&#8220;Raja bertekad untuk menghentikan pelanggaran apapun terhadap ajaran agama rasmi.&#8221;</p>
<p>Imam juga meminta para Mukmin untuk menjadi Muslim yang sebenar dengan menyembah hanya kepada Allah  sahaja dan menjauhkan perbuatan khurafat.</p>
<p>Ribuan umat Islam menunaikan solat Jumat pertama Ramadan di Masjid Al-Haram dalam suasana penuh khussyuk. Beberapa ribu orang telah tiba di Mekah untuk menunaikan ibadah Umrah pada bulan Ramadan tahun ini.</p>
<p>Menurut perangkaan rasmi, Muslim dari seluruh dunia yang menunaikan umrah tahun ini dijangkka mencecah 3.7 juta orang. Mekah dan Madinah telah dipersiapkan dengan baik dari awal lagi untuk menerima pelawat dari dalam dan luar Saudi dan membantu mereka melakukan ibadah mereka dengan tenang dan nyaman.</p>
<p>Semua jabatan kerajaan dan syarikat swasta yang terlibat telah selesai melaksanakan tugas masing-masing. Timbalan pengerusi urusan Masjid al-Haram Muhammad Al-Khuzaim berkata pelan organisasi Umrah musim ini adalah untuk mendidik dan memberi penerangan kepada para pengunjung tentang Islam.</p>
<p>Dia mengatakan beberapa sarjana telah dikerahkan di Masjid al-Haram untuk menjawab soalan dari para jamaah.  &#8221;Mereka mengajar para jamaah di dalam al-Haram dalam pelbagai bahasa,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pengarah jabatan urusan kesihatan Makkah Dr Khaled Zafar berkata lima pusat kesihatan sedia memberikan perkhidmatan kepada para jamaah di setiap penjuru Masjid al-Haram. Hal ini merupakan tambahan untuk lima pusat lain yang disediakan di halaman masjid tersebut.</p>
<p>&#8220;Ada 29 pusat kesihatan di Makkah yang menyediakan perkhidmatan kesihatan kepada para jemaah umrah. Mereka juga boleh menggunakan hospital besar di Makkah, Jeddah dan Taif.&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p>Datuk Bandar Mekah Osama bin Fadl Al-Bar berkata banyak prhatian akan diberikan pada pembersihan kota suci agar penduduk dan pengunjung merasa selesa.</p>
<p>Dia mengatakan lebih dari 8500 pekerja dengan lebih daripada 810 buah  peralatan pembersihan yang terlibat dalam memastikan bandar dan Masjid al-Haram sentiasa bersih.</p>
<p>Pengarah jabatan trafik Mekah Kolonel Ahmad Al-Otaibi Nashi berkata 1900 pelajar dan 600 tenaga penyokong akan membantu polis trafik bandar mengatur arus lalu lintas selama bulan puasa.</p>
<p>Dia mengatakan kereta tidak akan dibenarkan masuk ke kawasan-kawasan berhampiran Masjid al-Haram.</p>
<p>Jabatan Pertahanan Awam telah menyediakan helikopter untuk menangani setiap situasi kecemasan. Pengarahnya, Brigjen.  Jameel Arbaeen, berkata pasukan bomba dan penyelamat yang sentiasa dalam keadaan bersedia siang dan malam. (Arab News)</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline; padding:3px; line-height:normal;border:1px solid #bbbbbb;background-color:#FFFFFF;" title="certified 15 August 2010 01:48:28 UTC by Digiprove certificate P39405" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P39405" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;background-color:#FFFFFF;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0" alt=""/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--211BCA9E9F3E1FD9297D53D5EA6F24C571DC5DE44D5918AADAB7CDFF6BF42559--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/islam/khutbah-pertama-ramadan-1431-di-masjid-al-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ustaz Ahmad Sonhaji telah tiada</title>
		<link>http://www.syafrein.com/profil/ustaz-ahmad-sonhaji-telah-tiada/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/profil/ustaz-ahmad-sonhaji-telah-tiada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 04:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[abrul athir]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Sonhadji Mohamad]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[ulama Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Semalam isteri saya menerima SMS dari adiknya di Singapura, &#8220;Ustaz Sonhaji meninggal jam 7 pagi tadi.&#8221; Berita Harian Singapura hari ini melaporkan: Ustaz Ahmad Sonhadji meninggal dunia selepas beberapa bulan berada di Hospital Universiti Nasional (NUH) kerana sakit radang paru-paru dan penyakit ginjal. Menurut keluarganya, Allahyarham menghembuskan nafas terakhir sekitar 8.30 pagi di NUH. Jenazah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<div id="attachment_175" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/sonhaji_0001web.jpg"><img class="size-medium wp-image-176 " title="sonhaji_0001web" src="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/sonhaji_0001web-300x209.jpg" alt="ustaz Sonhaji" width="300" height="209" /></a><br />
<p class="wp-caption-text">Saya menginap sebilik bersama ustaz Sonhaji di Narai Hotel, Bangkok, 1989.</p></div>
<p>Semalam isteri saya menerima SMS dari adiknya di Singapura, &#8220;Ustaz Sonhaji meninggal jam 7 pagi tadi.&#8221;</p>
<p>Berita Harian Singapura hari ini melaporkan:</p>
<blockquote><p>Ustaz Ahmad Sonhadji meninggal dunia selepas beberapa bulan berada di Hospital Universiti Nasional (NUH) kerana sakit radang paru-paru dan penyakit ginjal.</p>
<p>Menurut keluarganya, Allahyarham menghembuskan nafas terakhir sekitar 8.30 pagi di NUH.</p>
<p>Jenazah beliau kemudian dibawa pulang ke rumahnya di Toa Payoh sebelum dibawa ke Masjid Muhajirin bagi solat jenazah yang dipimpin Mufti Syed Isa Semait yang merupakan bekas anak muridnya.</p></blockquote>
<div id="attachment_177" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/sonhaji_0002web.jpg"><img class="size-medium wp-image-177 " title="sonhaji_0002web" src="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/sonhaji_0002web-300x208.jpg" alt="" width="300" height="208" /></a><p class="wp-caption-text">Makan malam sebuah restoran berputar di menara sebuah hotel di Bangkok.</p></div>
<p>Ustaz Ahmad Sonhadji Mohamad merupakan ulama terkemuka di Singapura &#8220;yang berjasa bukan saja dalam bidang agama malah dalam memajukan kehidupan beragama masyarakat setempat,&#8221; lapor BHS.</p>
<p>Saya dan keluarga mengucapkan takziah kepada keluarga Ustaz Ahmad Sonhaji, semoga ruhnya dicucuri rahmat Allah SWT.</p>
<div id="attachment_178" class="wp-caption aligncenter" style="width: 218px"><a href="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/tafsir_abrul_athir_0001web.jpg"><img class="size-medium wp-image-178 " title="tafsir_abrul_athir_0001web" src="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/tafsir_abrul_athir_0001web-208x300.jpg" alt="" width="208" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Kulit depan Tafsir Abr al-Athir yang siap diterbitkan lengkap 30 juzu 1991.</p></div>
<p>Saya mempunyai pengalaman manis dengan arwah ketika menerbit <strong>Tafsir Al-Quran Abr al-Athir</strong> pada tahu 1985 &#8211; 1991. Ketika itu saya sebagai ketua editor Pustaka Al-Mizan yang menerbitkan tafsir tersebut.</p>
<p>Saya juga sempat bersama beliau  ke Bangkok meninjau kilang al-Quran di sana. Kami menginap sebilik di Narai Hotel Bangkok.</p>
<p>Ustaz Ahmad Sonhaji amat baik dan mudah bergaul dengan sesiapa sahaja tak kira usia. Beliau juga suka menghubungkan silaturahim dan menziarahi murid-muridnya yang tersebar di Malaysia dan Brunei.</p>
<p>&#8220;Menghubungi silaturahim akan memanjangkan umur,&#8221; jawab beliau ketika saya bertanya kenapa beliau suka menziarahi murid-muridnya jika datang ke Kuala Lumpur. Jawabannya itu bersadasarkan hadis Rasulullah s.a.w.</p>
<div id="attachment_179" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/sonhaji_0004web.jpg"><img class="size-medium wp-image-179 " title="sonhaji_0004web" src="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/sonhaji_0004web-300x212.jpg" alt="" width="300" height="212" /></a><p class="wp-caption-text">Ustaz Sonhaji sedang diwawancarai oleh mahasiswi dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ketika memegang jawatan mudir madarsah al-Juneid, 1980.</p></div>
<p>Ternyata usia beliau memang panjang. Pada 18 Ogos ini genaplah usianya 88 tahun. Beliau dilahirkan di desa Pengging, Surakarta, Jawa Tengah pada 18 hari bulan Ogos 1922.  Surakarta lebih dikenali dengan nama Solo.</p>
<p>&#8220;Allahumma ya Allah ampunilah dosa-dosa beliau, kasihanilah beliau, afiat dan maafkanlah beliau. Amin!&#8221;</p>
<p>Saat-saat akhir:</p>
<div id="attachment_180" class="wp-caption aligncenter" style="width: 221px"><a href="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/Ahmad-Sonhaji-Mohamad.jpg"><img class="size-medium wp-image-180 " title="Ahmad Sonhaji Mohamad" src="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/Ahmad-Sonhaji-Mohamad-211x300.jpg" alt="Ahmad Sonhaji Mohamad (Foto: Berita Harian Singapura)" width="211" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Ahmad Sonhaji Mohamad (Foto: Cyberita, Singapura)</p></div>
<div>
<div id="attachment_181" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/Ahmad-Sonhaji-Mohamad2.jpg"><img class="size-medium wp-image-181 " title="Ahmad Sonhaji Mohamad" src="http://www.syafrein.com/a2/wp-content/uploads/2010/08/Ahmad-Sonhaji-Mohamad2-300x200.jpg" alt="Ahmad Sonhaji Mohamad" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Jenazah ustaz Ahmad Sonhaji Mohamad disolatkan di Masjid Muhajirin.</p></div>
</div>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:1px solid #bbbbbb;background-color:#FFFFFF;" title="certified 13 August 2010 05:03:39 UTC by Digiprove certificate P38966" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P38966" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;background-color:#FFFFFF;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0" alt=""/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--6DC9955AEAB8F0781F819BA4BCB1098207BF1D936E6C4F98F8379A14C2955422--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/profil/ustaz-ahmad-sonhaji-telah-tiada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat Bulan</title>
		<link>http://www.syafrein.com/hadith/melihat-bulan/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/hadith/melihat-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 23:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Hajar Al-Asqalani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Umar رضي الله عنه berkata, aku mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: &#8220;Apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) berpuasalah, dan apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) berbukalah, dan jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah.&#8221; Muttafaq Alaihi. Menurut riwayat Muslim: &#8220;Jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah tiga puluh hari.&#8221;  Menurut riwayat Bukhari:  &#8221;Maka sempurnakanlah hitungannya menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p>Ibnu Umar رضي الله عنه berkata, aku mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:</p>
<blockquote><p>&#8220;Apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) berpuasalah, dan apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) berbukalah, dan jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah.&#8221;</p></blockquote>
<p>Muttafaq Alaihi. Menurut riwayat Muslim: &#8220;Jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah tiga puluh hari.&#8221;  Menurut riwayat Bukhari:  &#8221;Maka sempurnakanlah hitungannya menjadi tigapuluh hari.&#8221; Daripada kitab Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 668.</p>
<p>Menurut riwayat dari hadith Abu Hurairah: &#8220;Maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaaban 30 hari.&#8221; (No: 668.)</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline; padding:3px; line-height:normal;border:1px solid #bbbbbb;background-color:#FFFFFF;" title="certified 20 August 2010 08:37:27 UTC by Digiprove certificate P40462" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P40462" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;background-color:#FFFFFF;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0" alt=""/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--A573E586164B3883FBCCDEBBB9AEBB3DCA7925A0008237F8B6EF9D03183A68F6--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/hadith/melihat-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puasa pada hari yang meragukan</title>
		<link>http://www.syafrein.com/hadith/puasa-pada-hari-yang-meragukan/</link>
		<comments>http://www.syafrein.com/hadith/puasa-pada-hari-yang-meragukan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 01:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syafrein Effendiuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Hajar Al-Asqalani]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syafrein.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Ammar Ibnu Yasir رضي الله عنه berkata: Barangsiapa berpuasa pada hari yang meragukan, maka dia telah derhaka kepada Abdul Qasim (Muhammad صلی الله عليه وسلم). Hadith mu&#8217;allaq riwayat Bukhari, Imam Lima menilainya mausul, sedang Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban menilainya hadith sahih. Daripada kitab Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 667. &#160;&#160;Copyright secured by [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p>Ammar Ibnu Yasir رضي الله عنه berkata:</p>
<blockquote><p>Barangsiapa berpuasa pada hari yang meragukan, maka dia telah derhaka kepada Abdul Qasim (Muhammad صلی الله عليه وسلم).</p></blockquote>
<p>Hadith mu&#8217;allaq riwayat Bukhari, Imam Lima menilainya mausul, sedang Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban menilainya hadith sahih. Daripada kitab Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, No: 667.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:1px solid #bbbbbb;background-color:#FFFFFF;" title="certified 6 August 2010 01:46:05 UTC by Digiprove certificate P37549" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P37549" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;background-color:#FFFFFF;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0" alt=""/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Syafrein Effendi Usman</span></a><!--F838D951A4322F755A7AEA101DD9453329707EC27E225DE65854B321060F37C0--></span><!--Digiprove_End--></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.syafrein.com/hadith/puasa-pada-hari-yang-meragukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
